Ojo suwe- suwe, Ganjar Pranowo Bisa Saja Pindah ke Lain Hati

    Ojo suwe- suwe, Ganjar Pranowo Bisa Saja Pindah ke Lain Hati
    Marianus Gaharpung pengamat hukum & dosen FH Ubaya domisili di Surabaya (foto istimewa)

    JAKARTA - Semua kemungkinan bisa saja terjadi menjelang Pilpres 2024 dimana tingkat kesabaran Ganjar Pranowo berada pada titik paling rendah dengan melepaskan diri dari partai yang membesarkan dirinya. Mengapa,  karena realitas di lapangan berkata lain, bahwa dengan semakin kritis dan dewasa pemilih dalam berpolitik akan terjadi kejutan luar biasa bahwa kemenangan pertarungan politik menuju RI 1 dan 2 tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh mesin partai dan parpol tetapi rakyat sendiri adalah penentunya. 

    Ada beberapa alasan, bahwa pemimpin ketika terpilih lupa akan janjinya kepada rakyat dan mulai membangun oligarkhi kekuasan dalam ekonomi demi meraup keuntungan diri sang penguasa dan kroni serta tim sukses sehingga rakyat di tinggalkan, korupsi terus meraja lela, pelayanan dan kualitas proyek dengan biaya negara selalu saja dimark up oleh orang-orang di sekitar kekuasaan.

    WARTAJUSTISIA.COM
    market.biz.id WARTAJUSTISIA.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Realita ini akhirnya memberikan pelajaran berharga bagi rakyat untuk mulai bergeser yang dulunya kepercayaan  kepada calon pemimpin yang diusung  Parpol sekarang kredibilitas terbangun dari kerja keras sang calon pemimpin tersebut dan kedekatannya dengan rakyat. 

    Contoh saja, Presiden Joko Widodo sejak Walikota Solo, Gubernur DKI sangat dekat dengan rakyat. Gubernur Jawa Tengah kedekatannya dengan rakyat sangat terlihat kesungguhannya bukan suatu pencitraan yang sering diserang lawan maupun sesama kader PDIP tetapi mata hati rakyat melihatnya lain terhadap diri Gubernur Jawa Tengah ini. 

    Hal ini terbukti hampir sebagian besar lembaga survey menempatkan beliau diurutan teratas sampai Partai Nasdem dalam munasnya secara terang - terangan mengatakan mengusung Ganjar Pranowo. 

    Tetapi aneh malah induk semangnya Partai Banteng Moncong Putih ini belum mau berterus terang mengatakan mendukung Ganjar dengan alasan partai yang dinahkodai Megawati Soekarnoputri ini masih sibuk mengurusi masyarakat demikian penjelasan Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristianto. Hasto Kristiyanto angkat suara ihwal pernyataan sejumlah pakar ilmu politik ihwal kemungkinan Ganjar Pranowo meninggalkan PDIP demi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

    Hasto tak menjawab tegas soal kemungkinan tersebut. Menurut dia, hal itu bisa ditanyakan langsung kepada pihak yang mengungkapkan hal itu. Menurut dia, PDIP sampai saat ini masih fokus terjun ke bawah dengan masyarakat.

    "Tanya ke yang berpendapat itu ya. Kita ngurus kerja di bawah saja. Itu watak PDI Perjuangan, " katanya.

    TERUMBU.ID
    market.biz.id TERUMBU.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Kerja fokus kepada masyarakat ada benarnya  juga karena PDIP identik dengan partai "wong cilik" tetapi jangan kegedean rasa (ras percaya diri berlebihan) sehingga menganggap persoalan usung mengusung calon presiden dan wakil presiden adalah bukan hal krusial.

    Harusnya menjadi pukulan telak ketika Partai Nasdem secara terbuka mendahului mengakui kader PDIP ini sangat layak dicapreskan tetapi anehnya PDIP tidak merasa sesuatu yang luar biasa malah biasa biasa saja dan  apalagi dengan pernyataan tegas dari mbak Mega "soal pencapresan adalah hak prerogatif Ketua Umum PDIP". Apakah ini adalah suatu hantaman politik bagi Partai Nasdem bahwa tidak tahu diri ambil kader kami (PDIP) tanpa kulo nuwun(minta ijin) kepada Ketua Umum PDIP atau ada signal bahwa Ganjar Pranowo harus tahu diri bahwa anda ini dibesarkan PDIP jangan jalan dan kerja sendiri tetapi tunggu perintah Ketua Umum Partai. Atau lebih serius lagi justru PDIP tidak mengusung Ganjar Pranowo tetapi menjagokan figur lain yang berdamping dengan Mbak Puan Maharani. 

    Dalam hati Ganjar Pranowo ojo suwe - suwe ( jangan kelamaan), sayapun bisa pergi mencari hati yang lain (partai lain) yng siap menerima yakni Partai Nasdem walaupun belum memenuhi syarat pencapresan tetapi namanya politik perubahan peta politik hitungan detik bahkan menit.

     Ada  beberapa pertimbangan dalam benak Ganjar Pranowo bisa saja ditebak yaitu kesempatan emas bagi Ganjar Pranowo adalah 2024 mengingat usianya berjalan terus. Apakah lima atau sepuluh tahun ke depan nama Ganjar sedahsyat seperti sekarang serta sejatinya Presiden Joko Widodo lebih sreg ( setuju) kepada Gubernur Jawa Tengah ini ketimbang yang lain hanya masih sungkan saja dibawah bayang bayang Ketua Umum PDIP.

    Atas realita politik yang demikian ini, mengapa  tidak sangat boleh jadi Gubernur Jawa Tengah ini akan hengkang dari PDIP karena perhitungan matematika politik yang menjadikan Ganjar Pranowo menuju RI I 2024 penentunya bukan satu - satunya Partai politik tetapi realita suara akar rumput yang begitu luar biasa untuk Gubernur Jawa Tengah ini. Semoga!

    Oleh: Marianus Gaharpung pengamat hukum & dosen FH Ubaya domisili di Surabaya

    ganjar pranowo
    Muhamad Yasin

    Muhamad Yasin

    Artikel Sebelumnya

    Aplikasi Gaji Karyawan Terbaik Talenta by...

    Artikel Berikutnya

    Junimart Girsang Pertanyakan Pembatalan...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 148

    Postingan Tahun ini: 3157

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 112

    Postingan Tahun ini: 2312

    Registered: May 25, 2021

    Narsono Son

    Narsono Son verified

    Postingan Bulan ini: 59

    Postingan Tahun ini: 595

    Registered: Jul 9, 2020

    Siswandi

    Siswandi verified

    Postingan Bulan ini: 55

    Postingan Tahun ini: 878

    Registered: Jul 11, 2020

    Profle

    Ray verified

    Kemenkumham Jateng - Pengadilan Tinggi Jateng Perkuat Sinergitas melalui Pertandingan Persahabatan Tenis
    Kakanwil Kemenkumham Jateng Wisuda 4 Orang Purna Bhakti Pengayoman
    Kalapas dan Jajaran Lapas Narkotika Purwokerto Ikut Partisipasi Program SDM Berakhlak 
    'Kitapoleng x Artjog 2022' Teman Tuli dan Suara-Suara yang (Tak) Hilang

    Rekomendasi

    Diduga Pengaruh Alkohol, Pria di Lombok Tengah Mengalami Laka Lantas, Korban Meninggal di Tempat
    Malam 10 Muharam di Balai Desa Ngropoh Santuni Anak Yatim dan Dihadiri Anggota Satgas TMMD 114
    Personel Ditpolairud Datangi TKP Dan Evakuasi Mayat Laki-Laki di Das Kahayan
    Pengecoran Jalan TMMD Kodim 0706/Temanggung Capai 850 Meter
    Kawasan Mamminasata Pengembangan Transportasi, Bappenas dan Australia Fasilitasi Pemprov Sulsel

    Ikuti Kami